Kamis, 29 November 2012

terpisah karna cinta


Aku dan sahabatq
Dia adalah seseorang yang paling memberikan kontribusi besar dalam memberikan semangat hidupku slama ini. Sejak lahir sampai saat ini. 19 tahun kita bersama, hancur dan pisah hanya karna dia menikah dengan laki-laki yang dia cintai. Entah apa yang yang di pertimbangkan hingga dia mau secepatnya menikah. Tepatnya oktober 2011 dia  minta ijin untuk beker diklimantan, ikut dengan sepupunya. Langsung spontan membeli tiket pesawat. Siapa yang tidak sedih akan pisah dengan orang yang paling dia sayangi. Yang biasanya bersama-sama, kini aku hanya sendiri. Dia meninggalkanku di Borneo. Memang keadaan disini sangat memprihatinkan, yang selalu mendapat tekanan batin dari oran tuanya yang tidak punya perasaan. Aku juga sangat sedih dan ikut menangis kalau dia curhat padaku. Aku pikir, dia hanya sebentar saja dikalimntan, tak tahunya dia memutuskan untuk selamanya disana. Apa dia gak mikirin perasaanku. Bahkan dia ingin menikah saja, aku tahu dari orang lain. Bukan dari dia sendiri. Hancur banget hatiku. Kehilangan belahan jiwaku. Ohh Borneo,,,,,magic apa yang kamu sebarkan sampai ambil soulmateku....kejam sekali kau borneo!!! Yang sampai aku ingat saat ini adalah kata-kata dia “ mungkin rejekiku disana” ternyata kata-kata itu yang menjadi alamat dia kesana selamanya. Sekarang aku disini harus berjuang disini sendiri, tanpa ada orang yang mau menemani. Sedih memang, tapi inilah hidup. Yang harus belajar. Belajar menerima apapun kenyataan takdir yang sudah digariskan tuhan. Agustus 2012, dia memutuskan menikah dengan pria yang dicintainya. Dengan banyak gunjingan yang timbul karna pernikahannya yang dicintainya. Bodohnya aku, yang ikut percaya orang laen, hingga aku tahu fakta yang sebenarnya dari mulut dia sendiri. Perlahan-lahan aku mulai menyadari tentang kenyataan ini. Yang ada didepan mataku ini adalah yang harus aku jalani. Bukan aku lari dari kenyataan ini. Dengan sikap dewasa, sabar, dan tawakal serta ikhlas. Aku coba hadapi semua ini. Berpisah dengan sahabatku satu-satunya. Biarlah waktu yang akan menjawab semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar